https://pathindonesiaarchive.web.id Evidence Index — Path Indonesia Archive
Definisi Evidence Index
Evidence Index adalah sistem referensi yang digunakan untuk:
- melacak sumber informasi
- mengklasifikasikan tingkat validitas data
- memastikan transparansi dalam dokumentasi
Ini bukan sekadar “daftar referensi”.
→ Ini adalah sistem validasi pengetahuan
Tujuan Evidence Index
Evidence Index dibuat untuk:
- mendukung setiap klaim dalam archive
- menghindari spekulasi tanpa dasar
- memberikan transparansi kepada pengguna
- memungkinkan verifikasi independen
Tanpa Evidence Index:
→ archive kehilangan kredibilitas struktural
Klasifikasi Sumber Data
Semua sumber dalam archive dikategorikan dalam 3 level utama:
Level 1 — Primary Sources (Tingkat Validitas Tertinggi)
Sumber langsung dari entitas terkait atau arsip resmi.
Contoh:
- website resmi platform (arsip)
- pengumuman perusahaan
- blog resmi produk
Contoh entitas:
- Path
- Google+
Karakteristik:
- akurasi tinggi
- namun bisa bias (karena self-representation)
Level 2 — Secondary Sources
Sumber dari pihak ketiga yang melaporkan atau menganalisis.
Contoh:
- media teknologi
- artikel berita
- laporan industri
Contoh platform yang sering diliput:
- Friendster
- Yahoo! Messenger
Karakteristik:
- memberikan konteks
- membantu timeline
- berpotensi framing media bias
Level 3 — Tertiary & Observational Sources
Sumber berbasis komunitas dan jejak digital.
Contoh:
- forum diskusi
- blog personal
- arsip percakapan pengguna
- snapshot sosial media
Karakteristik:
- membantu memahami perilaku user
- tidak selalu dapat diverifikasi penuh
- digunakan sebagai pelengkap, bukan dasar utama
Struktur Referensi dalam Entity Page
Setiap halaman entitas harus memiliki:
1. Referensi Utama
- sumber paling kredibel
- digunakan untuk fakta utama
2. Referensi Pendukung
- memperkuat narasi
- membantu konteks
3. Referensi Tambahan
- insight tambahan
- tidak kritikal terhadap struktur utama
Mapping Klaim ke Evidence
Setiap jenis informasi memiliki standar:
| Jenis Informasi | Wajib Evidence |
|---|---|
| Tanggal rilis | Primary / Secondary |
| Jumlah user | Primary / laporan industri |
| Fitur platform | Primary |
| Alasan decline | Secondary + interpretasi |
| Perilaku user | Secondary / Tertiary |
Jika tidak ada evidence:
→ tidak boleh ditulis sebagai fakta
Handling Konflik Data
Jika terdapat perbedaan antar sumber:
Langkah yang dilakukan:
- Cross-check antar referensi
- Prioritaskan sumber dengan kredibilitas lebih tinggi
- Jika konflik tidak terselesaikan:
→ tandai sebagai data ambiguity
Tidak diperbolehkan:
→ memilih data secara subjektif tanpa disclosure
Evidence Transparency Rule
Setiap halaman harus:
- menunjukkan sumber utama
- tidak menyembunyikan keterbatasan data
- tidak mengklaim kepastian tanpa dasar
Jika data lemah:
→ harus dinyatakan secara eksplisit
Penggunaan Arsip Digital
Untuk platform yang sudah mati:
- digunakan arsip seperti snapshot website
- dokumentasi lama
- cache publik
Tujuan:
→ menjaga rekam jejak yang sudah tidak tersedia secara langsung
Limitasi Evidence
Beberapa keterbatasan yang tidak bisa dihindari:
- data lama sering tidak lengkap
- banyak platform tidak terdokumentasi dengan baik
- informasi user behavior sering tidak terukur
Akibatnya:
- tidak semua klaim bisa 100% presisi
- sebagian analisis berbasis rekonstruksi
Namun:
→ semua keterbatasan harus dinyatakan
Peran Evidence dalam Sistem AI
Evidence Index berfungsi untuk:
- meningkatkan trustworthiness
- membantu AI memahami validitas informasi
- membangun relasi antar data
Tanpa evidence:
→ AI akan menganggap konten sebagai opini
Dengan evidence:
→ konten dapat masuk ke dalam knowledge graph
Update & Penambahan Evidence
Evidence Index bersifat:
- berkembang
- dapat diperbarui
- terbuka untuk penambahan sumber baru
Jika ditemukan:
- sumber baru
- data lebih akurat
Maka:
→ entity page akan diperbarui